• Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro  |             | 

Sosial dan Ekonomi


URUSAN SOSIAL

Kinerja pencapaian target sasaran dalam Urusan Sosial sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam RKPD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2015 yaitu:
1.    Persentase penurunan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan kondisi eksisting tahun 2014 tercatat 16,87%, target sesuai dengan RKPD tahun 2015 sebesar 4,14%, capaian kinerja terealisasi sebesar 12,85%, sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 310,38%;
2.    Persentase peningkatan Usaha Produktif Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan kondisi eksisting tahun 2014 tercatat 0,29%, target sesuai dengan RKPD tahun 2015 sebesar 16,00%, capaian kinerja terealisasi sebesar 17,05%, sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 106,56%;
3.    Persentase peningkatan PMKS yang mandiri dengan kondisi eksisting tahun 2014 tercatat 3,00%, target sesuai dengan RKPD tahun 2015 sebesar 2,80%, capaian kinerja terealisasi sebesar 3,50%, sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 125%;
4.    Pencapaian target indikator Sarana sosial panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi dengan kondisi eksisting tahun 2014 tercatat 17,00%, target tahun 2015 sesuai dengan RKPD sebesar 20,00%, capaian kinerja terealisasi sebesar 20,00%, sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 100%.

URUSAN KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH

Kinerja pencapaian target sasaran dalam Urusan Koperasi dan UKM sesuai dengan yang telah ditetapkan RKPD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2015 yaitu:
1.    Pencapaian target indikator Koperasi Aktif dengan kondisi eksisting Tahun 2014 tercatat 93,67%, Target tahun 2015 sesuai dengan RKPD sebesar 94,08%, capaian kinerja terealisasi sebesar 93,79%, sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 99,69%;
2.    Jumlah UKM non BPR/LKM UKM dengan kondisi eksisting Tahun 2014 tercatat 75.482 unit, target tahun 2015 sesuai dengan RKPD sebesar 76.000 unit, capaian kinerja terealisasi sebesar 76.414 unit, sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 100,54%;
3.    Pencapaian target indikator Sisa Hasil Usaha (SHU) dengan kondisi eksisting Tahun 2014 tercatat Rp. 36.375.239.000,-, Target tahun 2015 sesuai dengan RKPD sebesar Rp. 36.375.239.000,-, capaian kinerja terealisasi sebesar Rp. 39.040.439.000,- sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 107,33%;
4.    Pencapaian target jumlah produk Unggulan sektor UKM dengan kondisi eksisting Tahun 2014 tercatat 16 produk, Target tahun 2015 sesuai dengan RKPD sebesar 20 produk, capaian kinerja terealisasi sebesar 18 produk, sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 90,00%;
5.    Pencapaian target Jumlah Mitra Usaha UKM dengan kondisi eksisting Tahun 2014 tercatat 110 pelaku, Target tahun 2015 sesuai dengan RKPD sebesar 200 pelaku, capaian kinerja terealisasi sebesar 110 pelaku, sehingga target yang ditetapkan tercapai dengan tingkat capaian sebesar 55,00%.

KONDISI EKONOMI 

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro dengan migas tahun 2015 tumbuh sebesar 19,87 % mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun 2014 sebesar 2,36 %. Sedangkan untuk tingkat pertumbuhan ekonomi tanpa migas mencapai 5,99 %, sedikit terjadi perlambatan dibanding tahun sebelumnya sebesar 6,19 %. Sebagai pembanding untuk tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur mencapai 5,44% dan Nasional mencapai 4,79%.
Hal mendasar yang mempengaruhi progress laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro diantaranya adalah peningkatan signifikan pada beberapa sektor produksi diantaranya adalah meningkatnya pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian yang dipengaruhi secara langsung oleh meningkatnya lifting migas sebesar 40% dari tahun 2014, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran; Reparasi mobil dan motor. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi tersebut juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang relatif cukup rendah ditahun 2015 yang mencapai 2,91%. Capaian inflasi tersebut relatif stabil dan masih dibawah inflasi Jawa Timur dan Nasional. Sebagai gambaran dan komparasi regional, inflasi Jawa Timur mencapai 3,08% dan inflasi nasional mencapai 3,35%.
Dari sisi kontribusi PDRB Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2015 ini sektor pertambangan dan penggalian menempati kontributor terbesar dalam peranan pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tahun 2015, yaitu mencapai 50,10% dan kemudian disusul   sektor pertanian yang memiliki kontribusi mencapai 12,80%. 
Dari kondisi riil perekonomian daerah tersebut diatas, menunjukan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditetapkan, sehingga diharapkan mampu memberikan impact yang besar dalam meningkatkan kemajuan di berbagai bidang.
Selanjutnya, untuk melihat posisi tentang trend laju pertumbuhan ekonomi berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), PDRB Perkapita dan tingkat inflasi Kabupaten Bojonegoro Tahun 2015.