Non Pemerintahan

Kalendar

<<  November 2009  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
        1
  2  3  4  5  6  7  8
  9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

 
Penghargaan Untuk Rengginang Asal Bojonegoro
Tuesday, 03 November 2009 02:45

Penghargaan Untuk Rengginang Asal Bojonegoro

Sosok wanita yang biasa disapa mbak Kris ini, kembali menorehkan prestasi yang membanggakan kota bojonegoro, dengan segudang pengalaman yang mampu membuat minat masyarakat untuk selalu berinovasi dengan segala kegiatannya ini, akhirnya mampu menghentikan ambisi dari 20 peserta yang mengikuti ajang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Jatim Award 2009 . nama lengkapnya Kristianigsih merupakan pembuat makanan ringan yang biasa dikenal masyarakat Bojonegoro dengan  rengginang, namun untuk rengginang buatan mbak Kris lain biasanya makanan tersebut berasal dari ketan, akan tetapi setelah ditangannya diubahlah denganbahan baku dari  singkong. Hasilnya inovasi yang dibuatnya menorehkan hasil karya yang menggembirakan dengan diraihnya gelar Parasamya Kertanugraha untuk kategori Wirausaha Perempuan pada ajang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Jatim Award 2009, beberapa waktu lalu.

Masih menurut Kristianingsih saat dikonfirmasi dirumahnya, menjelaskan bahwa  usaha rengginang singkong sudah sejak tahun 2001 silam di gelutinya, upaya untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat dengan rengginang singkong sangat membutuhkan waktu lama, sebab rengginang umumnya terbuat dari beras ketan, “ berkat ketelatenannya akhirnya sekarang masyarakat tidak takut lagi mengkonsumsi rengginang singkong,” Jelasnya.

Dia mengharapkan, gelar yang diterima nantinya dapat menjadi syarat perdagangan bagi rengginang singkong yang dibuatnya, karena semakin diakui kualitasnya. ”Sebanyak 20 kategori produk yang ikut dalam nominasi pelaksanaan UKM Award 2009 dan Alhamdulillah rengginang singkong Bojonegoro yang mendapatkan gelar, " katanya.

Kristianingsih mengatakan secara teknologi, proses pembuatan rengginang singkong Bojonegoro tersebut relatif mudah dan dapat dikerjakan oleh industri kecil skala UKM. Selain itu alat-alat yang dibutuhkan juga relatif sederhana dan tidak membutuhkan investasi relatif besar.

Ditambahkan,  secara sepintas nampak bahwa produk rengginang singkong menyerupai rengginang beras ketan, yakni berbentuk bulat dan setelah digoreng terasa gurih dan renyah. Untuk bahannya singkong atau ubi kayu merupakan salah satu hasil pertanian yang ketersediaannya sangat melimpah dan harganya cukup murah. Di tingkat petani, harganya hanya berkisar Rp. 500 – 1000. Oleh karenanya, upaya untuk meningkatkan nilai tambah (added value) ubi kayu mutlak diperlukan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Di tingkat petani, upaya untuk mengolah ubi kayu menjadi produk olahan yang dapat meningkatkan kesejahteraannya sebenarnya juga sudah dilakukan, hanya saja macam variasi produk olahannya masih sangat terbatas dan kebanyakan produk Olahannya bersifat setengah basah ataupun daya simpan produknya relatif terbatas, misalnya diolah menjadi combro, lemet, tape, direbus, digoreng, dan sebagainya.

Akibatnya, jangkauan pasar yang dapat dicapai relatif terbatas dan jumlah bahan baku ubi kayu yang terserappun juga relatif sedikit. “Insya Allah dengan rengginang singkong ini dapat mewujudkan kesehjateraan bagi warga yang mau menekuni pembuatannya, “ terang Kristianingsih.

“ Usaha yang dilakukan tidak harus industri skala besar, melainkan industri kecil dan menengah atau UKM-pun mampu melakukannya. Mestinya pemberdayaan di tingkat UKM yang harus terus didorong agar kesejahteraan masyarakat meningkat dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya,” Ungkap Kristianingsih saat santai dirumahnya Desa Ngraseh Kecamatan Dander yang didampingi suaminya. (Kominfo)

 
Akhir 2009, Sumur Tradisional Mulai Dikelola
Tuesday, 03 November 2009 02:44

Akhir 2009, Sumur Tradisional Mulai Dikelola

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, memasang target akhir 2009 pengelolaan ladang minyak tradisional di wilayahnya sudah berjalan. "Kami memanggil dua investor yang kami tunjuk, untuk secepatnya mengerjakan pekerjaan pengelolaan ladang minyak di Bojonegoro," kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Abdul Rochim di Bojonegoro, Minggu.

Kedua investor tersebut yakni PT Prima Energie Lestari (PEL) dan PT Trifika Bangun Energie (TBE), digabungkan dengan KUD Usaha Jaya Bersama dan KUD Sumber Pangan Kecamatan Kedewan. Pada 3 November ini dijadwalkan mereka dipanggil dan dipertemukan,serta diminta secepatnya mengambil langkah pengerjaan pengelolaan ladang minyak mentah itu. "Kami pasang target akhir 2009, kalau tidak ada perkembangan, keputusan penunjukan bisa berubah," katanya menegaskan.

Sebab, lanjutnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur, tertarik ikut mengelola ladang minyak mentah itu. "Kalau memang kedua investor itu, tidak bersungguh-sungguh, kami cabut," katanya menambahkan.

Menurut dia, sudah terlalu lama ladang minyak mentah di Desa Wonocolo, Hargomulyo dan Kecamatan Kedewan, tidak dikelola secara benar. Lapangan sumur minyak tua yang seharinya mampu memproduksi sekitar 50.000 liter/hari minyak mentah dengan jumlah sumur yang diproduksikan sekitar 48 buah sumur, sejak Oktober 2006 lalu, produksinya sudah tidak disetorkan lagi kepada Pertamina Cepu, Jawa Tengah.

Minyak mentah tersebut disuling sendiri oleh para penambang dan hasilnya dalam bentuk solar dijual ke berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Ya akibatnya, pemkab hingga sekarang ini, tidak mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari produksi minyak di wilayah itu," katanya menjelaskan.

Pada tahun-tahun ketika minyak mentah tersebut hasilnya disetorkan kepada Pertamina Cepu di Jawa Tengah, pemasukan PAD ke Pemkab Bojonegoro, bisa mencapai Rp400 juta per tahunnya.

Yang jelas, menurut Abdul Rochim, sejauh ini, pemkab masih memberikan toleransi kepada dua investor itu, untuk mempersiapkan diri. Alasannya, proses penunjukan kedua investor tersebut melalui proses yang panjang. Mulai proses seleksi yang semula diikuti enam investor dan tujuh investor yang ditolak, karena terlambat mendaftar. Setelah dilakukan tes akhirnya PT PEL dan PT TBE yang dinilai lolos. "Dalam pelaksanaannya dua KUD itu mewakili pemkab," katanya. (Kominfo)

 
Akan Gelar Workshop Lifting Minyak
Tuesday, 03 November 2009 02:42

Akan Gelar Workshop Lifting Minyak

DPRD Bojonegoro meminta eksekutif untuk mengawasi dengan ketat bagi hasil migas Sumur Sukowati dan Blok Cepu.  Pasalnya, selam ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, hanya diberikan laporan keuangan oleh Departemen Keuangan tanpa mengetahui lifting minyak. ”Akibatnya, laporan yang diberikan sering berubah-ubah. Dan itu berpengaruh terhadap pembangunan yang sudah dianggaran dalam APBD,” kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Chisbullah Huda, Senin (02/10/2009).

Dia mencontohkan, seperti dana bahi hasil (DBH) migas dalam setahun ini pemkab Bojonegoro harus merevisi sebanyak tiga kali. Awalnya bagi hasil migas dari Rp 72 miliar naik menjadi Rp 132 miliar. Namun, pertengahan tahun harus diubah lagi setelah mendapatkan surat dari Menteri Keuangan hanya menjadi Rp 52 Milliar. Dari jumlah itu sendiri sampai dengan sat ini pemkab baru meneriuma sebesar Rp 29 miliar. ”Itu terjadi karena Pemkab tidak memiliki lifting minyak. Untuk itu saya meminta aga Pemkab bisa meminta lifting minyak setiap hari sehingga bisa mengkakulasi jumlah DBH yang bakal diterima Bojonegoro,” ujar politisi dari PKNU ini.

Terkait permasalahan tersebut, kata dia, Komisi B DPRD Bojonegoro beberapa waktu lalu telah bertolak ke Jakarta untuk mengadakan pertemuan dengan Depku, BP Migas dan Dirjen Sumber Energi Daya Mineral (ESDM). Dalam rapat itu ada tiga kesepakatan yang disepakati, salah satunya adalah pengawasan lifting minyak. ”Apalagi sekarang Blok Cepu sudah produksi. Jadi DBH migas dimasa mendatang akan terus meningkat. Untuk itu dalam pengawasannya harus melibatkan eksekutif dan legislatif,” sahutnya.

Menurut Chisbullah, disamping meningkatkan pengawasan lifting minyak, dalam waktu dekat juga akan diadakan workshop lifting minyak Blok Cepu. Sehingga dengan kegiatan tersebut ekskutif dan legislatif akan mengetahui jumlah bagi hasil minyak yang diterima Bojonegoro tanpa harus menunggu surat dari Menteri keuangan. ”Untuk pelaksanaanya akan difasilitasi BP. Migas,” tuturnya. (Kominfo)

 
Budidaya Jamur Tiram Ditengah Ladang Migas Blok Cepu
Monday, 02 November 2009 02:11

Budidaya Jamur Tiram Ditengah Ladang Migas Blok Cepu

Kemandirian masyarakat di sekitar Ladang Migas Blok Cepu mulai terlihat. Hal itu ditandai banyaknya usaha baru yang bermunculan di tengah Sumur Banyuurip-Jambaran, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Selain jasa warung makan, budidaya peternakan dan melon, kini lahir usaha budidaya Jamur Tiram. Usaha tersebut sekarang ini tengah digeluti Suwandi, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem. Salah satu desa sentra Blok Cepu. ”Usaha ini mulai saya lakukan dua bulan yang lalu,” kata Suwandi dikonfirmasi ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, Minggu (01/11/2009).

Dia mengungkapkan, budidaya Jamur Tiram ini lebih mudah perawatannya dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Untuk merawatnya, Suwandi mengaku hanya melakukan penyiraman. Sedangkan tempatnya, dia hanya menyiapkan rumah seperti kandang. ”Jamur suka tempat yang lembab. Jadi harus banyak penyiraman dan dirawat ditempat tertutup,” jelasnya.

Disamping mudah perawatannya, usaha jamur tiram juga menguntungkan. Dalam waktu satu bulan sudah bisa dipanen. Panenya pun bisa dilakukan lima sampai tujuh bulan. Setiap harinya bisa panen sebanyak 4 kg. Per kilonya jamur tiram seharga Rp. 15.000. ”Untuk pemasarannya sangat mudah sekali. Sekarang ini belum sempat saya bawa ke pasar sudah habis diserbu warga sini,” ujar Suwandi.

Rencananya, usaha Jamur Tiram milik Suwandi ini tidak hanya memproduksi, melainkan akan dikembangkan menjadi makanan olahan. Sebab, banyak masyarakat yang suka mengkonsumsinya karena dapat dimasak apapun dan bergizi tinggi. Gizi jamur tiram sendiri diatas telur di bawah ikan. ”Kedepan nanti saya ingin mengolahnya menjadi kripik atau makan apa yang suka dikonsumsi masyarakat,” terang guru tidak tetap (GTT) ini.

Dia menambahkan, sekarang ini dirinya memiliki 1.600 jamur tiram yang sudah dipanen dan 800 bibit. Setiap bibit jamur tiram dia beli seharga 2.500. Namun biaya pembelian bibit dan perawatan itu sudah bisa dikembalikan dalam jangka waktu selama tiga bulan panen. ”Jadi dua bulan sisa penennya itu keuntungannya. Usaha ini sebenarnya cocok sekali untuk ibu-ibu rumah tangga. Karena itu usaha ini akan saya buat percontohan agar nantinya bisa dikembangkan disini dan desa lainnya,” pungkas Suwandi. (Kominfo)

 
Garap Program Informasi, Lima 2B-MCL Akan Gandeng Diskominfo
Monday, 02 November 2009 02:04

Garap Program Informasi, Lima 2B-MCL Akan Gandeng Diskominfo

Program papan informasi di yang dilaksanakan Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu, bersama Lembaga Informasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (Lima 2B) di 15 desa disekitar Lapangan Migas Banyuurip-Jambaran, dilounching. Peluncuran program yang dilaksanakan disela-sela kegiatan sosialiasi produksi awal Banyuurip tahap II itu ditandai penyerahan kunci papan informasi secera simbolis oleh MCL pada pemerintah Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

”Dengan adanya papan informasi ini diharapkan akan semakin memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi baik tentang lowongan pekerjaan maupun inforamsi lainnya,” kata Coordinator Comunications Public Affair MCL, Feni Kurni Indiharti usai menyerahkan Kunci pada Kepala Desa Bonorejo, Siti Khoiriyah di dampingi Ketua Lima 2 B Mugito Citrapati balai Desa setempat.

Dia berpesan, agar papan informasi ini dapat dimaanfaatkan dengan baik sehingga bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi. ”Ini sebagai bentuk kepdulian MCL terhadap masyarakat dan pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan publik,” jelasnya.

Ketua Lima 2B Mugito Citrapati menyatakan, program papan informasi ini dilaksanakan di 15 desa di Kecamatan Ngasem dan Kalitidu. Di Kecamatan Ngasem, kata dia, ada 7 desa yang menjadi sasaran program ini yakni Desa Bandungrejo, Mojodelik, Brabowan, Bonorejo, Gayam, Begadon, dan Desa Ringintunggal.

Sedangkan di Kecamatan Kalitidu, lanjut Mugito, adalah Desa Katur, Sumengko, Talok, Cengungklung, Manukan, Sudu, Ngraho, dan Desa Beged. ”Dengan papan informasi ini informasi yang disampaikan operator maupun pihak desa akan cepat diterima (baca) masyarakat. Sebab mereka cukup mendatangi papan informasi dimasing-masing desa,” tegasnya.

Menurut dia, dengan adanya program ini akan menumbuhkan transparansi dan akses informasi pada masyarakat, khususnya disekitar Sumur Banyuurip-Jambaran, Blok Cepu. ”Papan informasi ini lebih mengena. Sebab, masyarakat selalu njujug (datang) ke balai desa atau rumah kepala desa untuk mengetahui informasi. Baik itu tentang informasi lowongan pekerjaan di Blok Cepu maupun informasi-informasi lainnya,” ungkap mugito memberikan alasan.

Rencananya, lanjut Mugito, untuk mengembangkan program informasi di sekitar Ladang Migas Blok Cepu, Lima 2B juga akan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bojonegoro. Sehingga dengan begitu akan menambah akses informasi bagi masyarakat mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, serta operator Blok Cepu.

“Nanti akan kita selaraskan dengan program Kominfo. Apalagi disitu khan ada program Warung Informasi. Jadi sangat tepat jika dijadikan satu. Karena kita memiliki tujuan yang sama. Yakni memberikan akses informasi pada masyarakat dan sekaligus menjaring aspirasi masyarakat ditingkat bawah,” jlentreh Pimpinan Redaksi Tabloid Suara Banyuurip ini.

Sementara itu, Kades Bonorejo Siti Khoiriyah, menyambut baik program papan informasi yang dilaksanakan anak perusahaan ExxonMobil di desa disekitar Ladang Migas Banyuurip-Jambaran. Pasalnya, disamping membantu masyarakat, program ini juga membantu pihak pemerintah desa dalam memberikan informasi pada warga. ”Ini (papan informasi) sangat penting sekali. Sebab masyarakat sekarang ini haus sekali akan informasi, khususnya tentang lowongan di Migas Blok Cepu maupun informasi lainnya,” pungkas Siti Khoiriyah. (Kominfo)

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 1 of 5

Scroller :: Beta

100D2886.JPG piagam.th.jpg tower.jpg banyu.jpg otonomi.jpg 100D2885.JPG ruko1.jpg 100D2877.JPG otonomi.th.jpg

Polling

Pencapaian Pembangunan