Non Pemerintahan

Kalendar

<<  September 2010  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
    1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

 

Login Form



Potensi Daerah

Industri Pertanian & Perkebunan

 

INDUSTRI PERTANIAN

Komoditas pertanian yang merupakan produk unggalan di Kabupaten Bojonegoro, disamping padi, jagung dan kedelai adalah tembakau, mangga, salak, blimbing, dan pisangraja yang pengembangan dan pengolahannya dilakukan melalui pengembangan agrobisnis dan industri hasil olahan pertanian.

Perintisan pengembangan agrobisnis untuk komoditas unggulan adalah salak, di Desa Wedi Kecamatan Kapas, Blimbing di desa Ngringirejo Kecamatan Kalitidu, mangga di Kecamatan Padang, tembakau di kecamatan Baureno dan sekitarnya, sedangkan untuk pengembangan industri hasil olahan pertanian meliputi ledre pisang raja dengan sentra industri kecamatan Padang dan sekitarnya.

SALAK WEDI

 

 

 

Desa Wedi Kecamatan Kapas terletak di arah dari ibukota Kabupaten Bojonegoro dengan jarak kurang lebih 5 Km, desa ini terkenal dengan jarak kurang lebih 5 Km, desa ini terkenal dengan buah salak sehingga sampai sekarang sebutan salak dari Bojonegoro lebih dikenal dengan sebutan salak Wedi. Budidaya tanaman salak di Desa Wedi Kecamatan Kapas adalah merupakan komoditi yang telah dikembangkan secara turun-temurun oleh masyarakat dan pada kondisi saat ini komoditi tersebut telah berkembang pada desa sekitarnya. Salah satu ciri khas tersendiri dari buah di desa Wedi yakni salak jenis menkalin memiliki rasa segar (manis asam) yang banyak diminati konsumen. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk melastraikan dan engembangkan komoditi tersebut telah dilakukan berbagai upaya antara lain melalui peremajaan dan pengembangan budidaya yang berorientasi pada inovasi dan pengembangan budidaya yang berorientasi pada inovasi dan pengembangan tehnologi. Upaya tersebut ditindaklanjuti dengan menjadikan desa Wedi sebagai sentra pengembangan agribis komoditas salak, dan terkait dengan upaya ini dibenahi dan ditingkatkan. Dan untuk menunjang pengembangan agribis salak, Desa Wedi dikemas menjadi desa wisata yang telah dilengkapi dengan fasilitas wisata kolam pancing. Produksi salak rata-rata pertahun mencapai 22.237 kwintal, dengan panen raya terjadi pada bulan Nopember, desember dan januari, panen sedang terjadi pada bulan Mei, Juni dan panen kecil terjadi pada bulan Pebruari sedangkan masa senggang terjadi pada bulan Agustus.

TEMBAKAU

 

 

Komoditi Tembakau merupakan komoditi unggulan Kabupaten Bojonegoro yang memiliki akses pasar tidak hanya pada lokal Bojonegoro tetapi telah merambah ke pasar nasional dan internasional (export). Jenis tanaman tembakau di Bojonegoro dikenal ada dua jenis yakni tembakau virginia dengan sentra produksi di kecamatan Baureno, Sumberejo, kanor dan sekitarnya.

Untuk jenis tembakau jawa dan sentra di wilayah Kecamatan Temayang dan sekitarnya. Pengelolaan tembakau di wilayah sentra produk di kecamatan Baureno dan sekitarnya telah telah tertata rapi dari proses budidaya, pasca panen dan pemasarannya. Untuk pemasaran, produksi tembakau di wilayah tersebut telah dijadikan sumber bahan baku untuk perusahaan rokok seperti PT Gudang Garam, PT Soempurna, PT Jarum Kudus dan perusahaan ileh masyarakat adalah berupa daun krosok (daun kering).