Non Pemerintahan

Kalendar

<<  September 2010  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
    1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

 

Login Form



Puluhan Hektar Tanaman Padi Terserang Sundep
Monday, 08 March 2010 05:28

Puluhan Hektar Tanaman Padi Terserang Sundep

Hama bulek (sundep) menyerang sejumlah lahan pertanian di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Hama itu telah menyerang sedikitnya sekitar 50 ha lahan padi. Akibatnya produksi pertanian tahun ini terancam menurun. “Hama itu mulai menyerang tanaman padi satu minggu yang lalu,” kata Parjono, salah satu petani Dusun Dalem, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Minggu (07/03/2010).

Rata-rata tanaman padi yang diserang penyakit bulek ini berusia 60 sampai 70 hari. Tepatnya saat padi mulai berbuah (brobot). Hama bulek ini menyerang batang dan buah padi. “Kalau sudah terserang hama ini buah padi pasti kepong (tidak berisi). Sebab buah padi berubah putih-putih dan batangnya menguning,” sahut pria berkulit sawo matang ini.

Parjono menjelaskan, untuk memberantas serangan hama ini dirinya telah berusaha untuk menyemprotkan pestisida pada tanamannya. Namun upaya tersebut sia-sia lantaran hama tersebut tak mempan dengan obat-obatan. “Sudah berulangkali saya menyemprotnya. Tapi tak berhasil,” tegas bapak dua anak ini.

Diduga, serangan hama sundep ini dikarenakan cuaca yang tidak menentu. Terutama hujan yang turun dimalam hari. Selain itu, juga disebabkan bibit padi (wineh) sebelumnya telah terjangkit penyakit.

Bukan hanya lahan pertanian di Dusun Dalem yang diserang hama bulek ini. Sejumlah lahan pertanian di Dusun Bogo dan Kedungrejo, juga banyak yang buleken. Diperkiran lahan pertanian di desa terluas di Kecamatan Dander ini mencapai sekitar 50 sampai 70 ha. “Serangan hama ini hampir merata terjadi di arela pertanian diwilayah sini,” sambung Priono salah satu petani asal Dusun Bogo, Desa Ngumpakdalem. (Kominfo/PTI)