• Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro  |             | 

74 Pemuda Disekitar Proyek JTB Lulus Ujian Sertifikasi Migas


bojonegorokab.go.id - Sebanyak 74 peserta Program Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan Industri Migas dinyatakan lulus ujian sertifikasi migas yang diadakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Migas (PPSDM) Cepu, Kamis (12/04/2018) Ke - 74 peserta yang merupakan pemuda sekitar daerah operasi JTB ini mendapatkan program pelatihan dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC), SKK MIGAS , dan Disperinaker Bojonegoro. Dalam kesempatan itu Agus Supriyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro memberikan pedoman untuk mampu berkompetisi. "Anggapan negatif selama ini dari orang Jonegoro adalah pemalas, dan menjadi stigma di masyarakat sebaiknya dihilangkan," ungkap Agus dalam sambutan penutupan program pelatihan ketrampilan industri migas. Menurutnya ada tips dan trik agar para peserta pelatihan yang dinyatakan lulus sertifikasi menghilangkan stigma tersebut yaitu; bekerjalah dengan teliti, dengan cara menyeimbangkan antara cepat dan teliti, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat. "Kedua jalinlah komunikasi yang baik. Model mendikte, menggurui pasti akan membuat kinerja kita turun. Dan jika dapat kesempatan bekerja di JTB, jangan cepat puas. Carilah pengalaman sampai keluar daerah atau luar negeri," kata Agus. Sebelumnya , PGA & Relation Manager, PEPC Kunadi, mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari program yang dilakukan bersama, berkolaborasi, bersinergi dengan masyarakat sekitar operasi untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek JTB. "Kedepan bila sudah terjun ke lapangan pekerjaan, peserta diharapkan menjadi pribadi yang terampil, disiplin, dapat bekerjasama, tanggungjawab dan siap berkompetisi secara sehat," ujarnya. Kunadi juga berharap kepada seluruh peserta dan masyarakat Bojonegoro bahwa proyek JTB yang dilaksanakan oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind), JGC Indonesia, JGC Corporation Jepang terlaksana tepat waktu sehingga dapat memenuhi kebutuhan gas untuk penyediaan listrik khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada tahun 2021. Perwakilan SKKMIGAS Jabanusa Fatah Yasin, mendoakan agar peserta program dapat bekerja dalam proyek industri migas. Disarankan peserta mencari informasi seluas-luasnya untuk mendapatkan informasi kebutuhan tenaga kerja dalam proyek proyek yang dicanangkan pemerintah. Mewakili para peserta program, Abdul Hadi dari Desa Gayam berharap program CSR tetap diadakan di masa mendatang agar masyarakat di sekitar proyek menjadi terampil dalam bidang industri migas. (Git/Kominfo)
  • By admin
  • 12-04-2018
  • 36