• Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro  |             | 

Pemkab Bojongoro Lakukan Langkah Preventif Hadapi Maraknya Kasus Difteri


bojonegorokab.go.id - Pemkab Bojonegoro telah mengambil langkah preventif dalam mengantisipasi maraknya kasus difteri di Indonesia. Diantaranya dengan menetapkan sebagai KLB (Kasus Luar Biasa) dimana ada peningkatan yang signifikan dari kasus yang sebelumnya dimana tahun 2017 Kabupaten Bojonegoro tidak ada kasus difteri dan pada awal tahun 2018 sudah ada 4 kasus difteri. Tak hanya itu Pemkab Bojonegoro juga memberikan vaksin difteri kepada masyarakat. Dan juga telah melakukan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan ORI (Outbreak Response Immunization) Difteri Bagi Lintas Sektor se-Kabupaten Bojonegoro. Acara yang dilaksanakan di Griya MCM Selasa (13/2) ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan Bojonegoro, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro, Puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro. Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bojonegoro sudah menetapkan kasus difteri sebagai KLB (kejadian luar biasa). Hal ini didasarkan adanya peningkatan yang signifikan kasus difteri dari tahun lalu sampai sekarang. "Dimana sejak september 2017 sampai pebruari 2018 ada 8 kasus difteri dan 1 orang meninggal. Sehingga perlu ada penanganan yang serius," katanya. Oleh sebab itu lanjut dia Pemkab Bojonegoro mengambil langkah untuk memberikan vaksin kepada masyarakat Bojonegoro dimana yang menjadi sasaran utama adalah anak usia 1-19 tahun tanpa pandang status. Dimana ada lebih dari 326.130 anak. "Pemberian imunisasi difteri akan dilakukan sebanyak 3 putaran pada bulan Pebruari, Juli, November," ujarnya. Dijelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan koordinasi dan sosialisasi penanggulan difteri di Kabupaten Bojonegoro. Harus ada komitmen bersama, ada kesepemahaman dalam menanggulangi wabah difteri. Serta harus ada peran aktif dari seluruh kepala OPD, seluruh direktur RS, seluruh camat, seluruh kepala UPT Puskesmas. "Dimana tanpa kerjasama berbagai pihak hal ini tidak akan berhasil," jelas Ninik. Sementara itu Bupati Bojonegoro Suyoto, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa saat ini sedang menghadapi ancaman nyata dibidang kesehatan yaitu difteri. "Dimana difteri dapat menyebabkan kematian kepada manusia. difteri dapat dicegah dengan memberikan imunisasi kepada masyarakat," tandasnya. Ditegaskan pula bahwa Imunisasi diberikan sebanyak 3 kali namun itu juga belum cukup, seharusnya sebanyak 7 kali pemberian imunisasi difteri. "Hal ini bila tidak ditangani dengan cepat mengakibatkan potensi merembetnya semakin cepat. Dan potensi menularnya difteri semakin cepat ini diakibatkan belum semua melakukan imunisasi yang tuntas," ungkap Kang Yoto sapaan akrab Bupati Bojonegoro. Menurutnya karena hal ini sangat penting maka harus fokus dalam menanggulanginya. Harus segera berbagi peran agar tidk terjadi miskomunikasi. "Sehingga nanti kedepan tidak terjadi dissaster (kebencanaan). Dan semua pihak harus bisa saling bekerja sama dan membantu agar masalah ini bisa menanganinya," pungkas Kang Yoto. (Git/Kominfo)
  • By admin
  • 13-02-2018
  • 100