• Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro  |             | 

Inilah Keuntungannya Jika Bojonegoro Bangun Ring Road


bojonegorokab.go.id. - Ada beberapa manfaat dan keuntungan jika Bojonegoro memiliki ring road. Selain dapat mengurai kecamatan di ruas jalan perkotaan, juga berpeluang meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Bojonegoro. Sekarang ini, tingkat rasio arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan perkotaan mencapai 0,9 dengan kecepatan 20 kilo meter (KM) per jam dan rata-rata satu meter. Hal ini sebabkan semua kendaraan besar baik dari arah Surabaya maupun Ngawi semuanya masuk wilayah kota Bojonegoro. Seperti Jalan Untung Suropati - Gajah Mada, Rajekwesi - Ahmad Yani. Kecepatan 20 km/jam rata 1 meter. Kondisi tersebut berpotensi terjadi kemacetan. "Kalau idealnya rationya 0,8. Itu sedang," kata Kepala Dinas Perhubungan Bojoegoro, Iskandar kepada beritabojonegorokab.go.id, Kamis (18/5/2017). Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya arus lalu lintas di wilayah perkotaan diperlukan pembangunan ring road di wilayah selatan Bojonegoro dengan membangun flyover (jembatan layang) di dua titik sebagai pintu masuk dan keluar yakni Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu dan proliman, Kecamatan Kapas. Ring road ini akan melewati Desa Ngujo. Kemudian Dusun Kedungrejo, Bogo, Ngumpak Kulon, Ngumpak Kidul, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Terus Desa Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, Kedaton (proliman), Kecamatan Kapas. Iskandar mengungkapkan, pembangunan ring road ini telah memasuki tahap study kelayakan. Ring road rencananya akan dibangun sepanjang 20 kilo meter (Km), dengan pelebaran jalan 16 meter dengan bahu jalan "Tahun ini studi kelayakan selesai. Setelah itu hasilnya akan kita serahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum," ucap Iskandar. Pembangunan ring ring road ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojoenegoro. Melainkan harus sharing dengan pemerintah pusat dan provinsi. Karena akan ada perubahan jalan nasional yakni Rajekwesi -Untung Suropati, menjadi jalan tersier (kabupaten) yang diperuntukan bagi kendaraan kecil. Selain itu, juga akan dilakukan pelebaran jalan 16 meter dengan bahu jalan, sehingga dibutuhkan tukar guling. "Jalannya harus lurus, makanya nanti akan ada pembebasan dan tukar guling," tegas Iskandar. Dengan pembangunan ring road ini akan menguntung Pemkab Bojonegoro. Karena dengan dialihkannya lalu lintas kendaraan besar di jalur ring road akan membuka peluang Bojonegoro untuk membangun terminal kargo atau tempat parkir. Sebab selama ini Bojonegoro sendiri belum memiliki terminal kargo. Padahal banyak kendaraan besar yang melintas Bojonegoro. "Padahal itu potensi untuk menambah PAD," tegas Iskandar. Pembangunan terminal kargo pernah disampaikan Iskandar kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto. Bahkan pihaknya telah menyatakan kesanggupannya dapat menyetorkan pendapatan Rp 1 miliar per tahun dari terminal kargo tersebut untuk tahun pertama dan meningkat untuk tahun berikutnya. "Kalau ring road terealiasi. Kita tidak hanya akan menyediakan parkir inap bagi kendaraan besar, tapi pergudangan yang bisa disewakan untuk bongkar barang, serta fasilitas penunjang lainnya," ungkap Iskandar. Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro itu juga telah melakukan survei kebutuhan lahan untuk membangun terminal kargo dan pergugadangan. Lahan yang dibutuhkan sekira seluas lima hektar lahan. Di tempat tersebut, lanjut Iskandar, juga bisa dibangun tempat menginap bagi supir maupun kenek kendaraan besar. Dengan begitu mereka tidak mengantuk saat mengemudikan kendaraan, sehingga dapat menghindari kecelakaan. "Lokasinya di Dusun Kedungrejo. Di situ saya melihat banyak tanah kosong yang bisa digunakan terminal kargo," kata Iskandar. Iskandar menambahkan, dengan adanya terminal kargo ini dapat mengganti pendapatan dari terminal Rajekwesi di Jalan Veteran sebesar Rp1,4 miliar per tahun yang saat ini pengelolaanya diambil pemerintah provinsi.(dwi/kominfo)
  • By admin
  • 18-05-2017
  • 424