• Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro  |             | 

Pemdes Mojodelik Cepat Tangani Korban Pegerakan Tanah Kali Gandong


bojonegorokab.go.id - Langkah cepat dilakukan Pemerintah Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, dalam menangani peristiwa pergerakan tanah di bibir Kali Gandong yang hampir menjadikan rumah milik Wasi, longsor, Rabu (19/4/2017).  

Pemerintah desa setempat melakukan musyawarah untuk mencarikan tanah pengganti untuk merelokasi rumah Wasi. Disepakati, rumah Wasi akan direlokasi ke tanah milik Saben yang setuju tanahnya diwakafkan untuk membangun rumah Wasi. 

"Alhamdulillah semua sudah sepakat. Sebelum rumah dipindah, lahannya akan dibersihkan dulu untuk kemudian didirikan rumah baru," kata Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu usai rembuk warga.

Sebelum melakukan rembug desa, Kepala Desa di dampingi perangkat desa dan Babinsa Mojodelik, Serma Sapari meninjau rumah Wasi dan pergerakan tanah di Kali Gandong. 

Rumah Wasi berada dekat bibir Kali Gandong yang sedang mengalami pergerakan akibat guyuran hujan deras, Selasa (18/4/2017) Malam. Karena takut terjadi longsor, Wasi telah membongkar rumahnya. Pembongkaran rumah berukuran 8x9 meter di RT. 08 RW 02 Dusun Rambitan yang dihuni empat jiwa itu dibantu warga sekitar.

Untuk membangun rumah baru, pemerintah desa juga akan mengirimkan bantuan material. Karena selama ini Wasi merupakan warga kurang mampu.

"Saya ucapkan kepada semua pihak yang teleh memberikan solusi terbaik buat Pak Wasi. Saya harapkan warga selalu menjaga kerukunan dan keguyuban seperti ini," pesan Yuntik.

Sementara itu, Wasi mengaku senang mendapatkan hibah tanah dan bantuan untuk membangun rumahnya yang baru. Karena selama ini dirinya hanya memiliki rumah tersebut dan tidak mempunyai tanah lain untuk merelokasi rumahnya.

"Terimaksih sekali, ini sangat membantu sekali keluarga saya," ucap Wasi. 

Camat Gayam, Hartono mengaku telah menerima laporan adanya satu rumah di wilayahnya yang terancam longsor. Saat ini pihaknya menunggu laporan tertulis dari pemerintah desa untuk dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

"Segera kita laporkan ke BPBD," pungkas Hartono dikonfirmasi terpisah melalui telepon genggamnya.(dwi/kominfo) 

  • By admin
  • 19-04-2017
  • 221